Untuk mengukur pertumbuhan suatu perusahaan, tentu yang menjadi tolak ukur utamanya ialah jumlah pelanggan. Namun hanya dengan mengukur jumlahnya saja tentu tidak cukup.

Baca juga:
Apa Itu Verifikasi Data: Pengertian, Tujuan dan Metodenya

Kita perlu menghitung juga total pelanggan tetap, pelanggan aktif, pelanggan non aktif dan pelanggan loyal. Untuk memastikan semua kategori pelanggan tersebut, dibuatlah Cohort Analysis.

Lalu, apa itu Cohort Analysis dan bagaimana cara memanfaatkannya untuk keperluan perhitungan data secara akurat? Untuk mengetahui hal tersebut secara rinci, silakan ikuti penjelasan yang kami berikan secara detail dalam artikel kali ini.

Pengertian Cohort

Cohort merupakan sekelompok orang yang punya ciri / karakteristik demografis yang sama. Misalnya tahun kelahiran, dekade kelahiran, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sejenisnya. Proses pengumpulan data Cohort ini disebut sebagai Analisis Kohort (Cohort Analysis).

Pengertian Cohort Analysis ialah sebuah metode analisis data yang berasal dari ilmu kependudukan yang dilakukan dengan mengevaluasi perubahan perilaku pada kelompok orang secara komparatif dengan memanfaatkan data demografis di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu.

Analisis Cohort juga sering disebut dengan nama studi longitudinal karena bergantung pada definisi. Penggunaan metode analisis ini sudah dipakai sejak tahun 1949 yang kala itu digunakan untuk menganalisa tingkat angka kelahiran setelah perang dunia ke II di Amerika Serikat. Pencetus metode ini ialah Whelpton yang merupakan seorang ahli sosiologi dan ilmuwan populasi.

Hasil dari analisis ini ialah untuk menentukan relasi antara jarak kelahiran individu dan kenaikan angka kelahiran. Kala itu, data ini digunakan sebagai tools untuk mengklasifikasikan tingkat efisiensi dari kebijakan populasi rezim.

Saat ini, Cohort sudah dipakai dalam penelitian ilmu pengetahuan di berbagai macam bidang seperti sains, sosiologi, ekonomi, kesehatan, famakogenetika, hingga untuk menghitung riset pasar pada suatu perusahaan.

Jenis Analisis Cohort

Analisis atau studi Cohort dibagi menjadi dua kelompok utama yakni Prospective Cohort dan Retrospective Cohort.

Namun ada juga satu jenis studi yang merupakan hasil dari modifikasi studi Kohort yang berdasarkan studi kasus yakni nested case-control study. Jika Anda ingin tahu rinciannya secara lebih lengkap, silakan simak rinciannya di bawah:

1. Prospective Cohort

Prospective Cohort merupakan salah satu jenis studi Kohort yang murni sesuai dengan sifat yang dimilikinya. Studi ini telah direncanakan dan dirancang sebelumnya yang aktivitasnya dilaklukan dalam jangka waktu yang akan datang. Salah satu ciri khas dari Prospective Cohort ialah memiliki interpretasi yang tak terbatas.

Umumnya, Prospective Cohort digunakan untuk mengetahui tingkat paparan penyakit dalam suatu populasi. Jadi, pengataman datanya dimulai pada saat akibat dari data yang diteliti belum tampak serta hanya diketahui antara kelompok individu yang terpapar dan yang tidak.

Prospective Cohort dibagi menjadi dua yakni:

1.1 Prospective Cohort Pembanding Internal

Prospective Cohort Pembanding Internal merupakan jenis Cohort yang membagi hasil penelitian datanya menjadi dua kelompok yakni kelompok yang terpapar dan tidak terpapar di suatu populasi yang sama.

Nah, antara kelompok yang terpapar dan tidak terpapar ini dijadikan sebagai kelompok pembanding yang akan terus diikuti secara prospektif hingga penelitiannya selesai. Hasil dari prospektif ini akan menjadi empat kategori data yakni:

  1. Kelompok terpapar yang mengalami efek
  2. Kelompok terpapar yang tidak mengalami efek
  3. Kelompok tidak terpapar yang mengalami efek
  4. Kelompok tidak terpapar yang tidak mengalami efek

Dari keempat kategori tersebut, para peneliti dapat menghitung secara detail antara “insiden kejadian” antara kelompok yang terpapar dan yang tidak kemudian akan dihitung dihitung “risiko relatif” nya.

1.2 Prospective Cohort Pembanding Eksternal

Jika Prospective Cohort Pembanding Internal hanya membandingkan dua kelompok dalam satu populasi, Prospective Cohort Pembanding Eksternal ini membandingkan antara kelompok terpapar dalam dua populasi berbeda.

Jadi, metode ini membandingkan antara populasi terpapar yang memiliki faktor risiko dan populasi terpapar yang tidak memiliki faktor risiko. Keduanya hanya menghitung populasi yang terpapar saja, tidak melibatkan populasi yang tidak terpapar sehingga perhitungannya lebih sederhana.

Walau begitu, jenis studi ini wajib memperhatikan kedua sifat populasi awal yang merupakan sifat populasi diluar faktor risiko atau faktor keterpaparan yang sedang diteliti. Dengan begitu akan menghasilkan nilai incident rate antara populasi yang terpapar dan yang tidak secara lebih terperinci.

2. Retrospective Cohort / Historical Cohort Study

Retropective Cohort merupakan salah satu jenis Analisis Kohort yang datanya sudah sudah ada sehingga proses identifikasinya dilakukan melalui data tersebut dengan mempertimbangkan faktor risiko dan kondisi tertentu.

Dibandingkan dengan studi Retropective Cohort, studi ini memiliki interpretasi yang terbatas karena para peneliti tidak dapat mengumpulkan data yang hilang di masa lalu.

Retropective Cohort juga sering disebut sebagai Historical Cohort Study karena menggunakan data sejarah yang telah dikumpulkan dalam arsip masa lampau.

Pada dasarnya, prinsip yang digunakan dalam Retropective Cohort hampir sama dengan studi Cohort biasa, hanya saja pengamatannya dimulai pada saat efek sudah terjadi.

Walau begitu, populasi yang diamati tetap memenuhi syarat populasi Cohort serta faktor risiko yang diamati dimasa lalu pun diperoleh dengan cara yang valid dan lengkap.

3. Nested Case Control Study

Merupakan salah satu studi Kohort hasil dari suatu modifikasi yang dilakukan menggunakan metode case control study.

Jadi, jenis Analisis Cohort ini mengacu pada studi case control yang bersarang (nested). Walau begitu, data-data yang digunakan masih diambil dari penelitian Cohort yang telah dilakukan sebelumnya.

Efek Cohort Sebagai Aspek Kunci Dalam Penelitian

Saat sedang menajalankan Analisis Cohort, kita kenal salah satu istilah yang disebut sebagai “Efek Cohort”.

Efek Cohort merupakan istilah yang digunakan untuk membedakan antara perilaku tertentu dalam suatu data Cohort.

Contohnya perbedaan antara daya beli masyarakat terhadap suatu produk tertentu yang dikelompokkan berdasarkan usia yang berbeda.

Ada dua macam Efek Cohort yang perlu Anda ketahui, diantaranya ialah:

1. Efek Usia

Merupakan sebuah efek yang mengacu pada perubahan kebiasaan subjek yang dipengaruhi oleh usianya.

2. Efek Periode

Merupakan efek yang yang dipengaruhi dari faktor generasi suatu periode serta sosiodemografi.

Kelebihan dan Kekurangan Analisis Cohort

Berikut berbagai macam kelebihan dan kekurangan Analisis Cohort yang perlu Anda ketahui:

Kelebihan Analisis Cohort

  • Penelitian datanya lebih mudah dilakukan
  • Dimungkinkan dilakukan standarisasi kriteria
  • Subjek penelitian dapat dicocokan
  • Dapat digunakan untuk meneliti paparan langkah
  • Bisa dipakai untuk menghitung tingkat laju insidensi
  • Dapat digunakan untuk mengetahui efek dari paparan

Kekurangan Analisis Cohort

  • Butuh waktu yang lebih lama dalam proses penelitiannya
  • Data yang dihasilkan rawan terhadap bias
  • Kurang praktis dan kurang efisien untuk kasus tertentu
  • Butuh data yang lengkap dan rinci, terutama pada Cohort jenis kedua
  • Risiko kehilangan subjek sehingga data menjadi kurang akurat

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar apa itu / pengertian Cohort beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu lagi di artikel berikutnya!

Comments are closed.