Bagi kalian yang punya kartu kredit atau kartu debit BCA, tentunya pernah menggunakannya untuk berbelanja secara online bukan?

Nah, salah satu hal yang diperlukan saat transaksi secara online adalah CVV atau CVC yang berupa 3 digit angka di bagian belakang kartu.

Baca juga:
Kode Bank Mandiri Syariah Terbaru 2021, Begini Cara Transfernya
Wajib Tahu! Batas Pengambilan Uang (Tarik Tunai) di ATM BRI
Cara Cek Nomor Referensi Transfer BCA via Ponsel

Tanpa adanya CVV, maka transaksinya akan gagal. CVV berfungsi layaknya PIN yang merupakan nomor rahasia yang wajib diketikan saat transaksi. Maka dari itu, jangan sampai kalian menunjukan kode CVV ini kepada siapapun sebab bisa saja disalah gunakan.

Pengertian CVV / CVC

CVV (Card Verification Value) merupakan kode keamanan yang terdiri atas 3 digit kombinasi nomor unik yang ada pada setiap kartu kredit maupun kartu kredit.

CVV sama dengan CVC (Card Verification Code), bedanya CVV merupakan sebutan untuk kode keamanan yang dikeluarkan oleh provider MasterCard sedangkan CVC ialah kode yang dikeluarkan oleh provider VISA.

Beberapa provider lain bahkan menamai kode keamanan ini dengan nama yang berbeda. Diantaranya ada CID, CID2, CVC2, CVV2, CCV, CVS dan CW. Namun intinya semuanya sama saja yakni kode keamanan yang tercetak langsung di bagian belakang kartu.

Selain itu, khusus untuk beberapa provider seperti dari Amex, kartu kredit yang dikeluarkan memiliki 4 digit CVV / CVC. Dan lokasinya pun terletak bukan di bagian belakang, namun dibagian depan kartu tersebut. Untuk itu, kalian mesti memahami terlebih dahulu lokasi CVV sesuai kartu yang kalian miliki.

Tidak semua provider pembayaran menyediakan layanan CVV. Contohnya sistem pembayaran di Indonesia yakni GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) yang tidak menyediakan CVV.

Karena itu, transaksinya hanya bisa digunakan di jaringan domestik saja dan juga tidak bisa digunakan untuk pembayaran transaksi online.

Fungsi CVV Pada Kartu Kredit / Debit

CVV merupakan kode security unik pada kartu yang pertama kali dibuat oleh MasterCard pada Januari 1997. Lalu, disusul oleh VISA yang memperkenalkan CVC empat tahun setelahnya yakni pada tahun 2001.

Penggunakan CVV baru digunakan di sistem perbankan global pada Oktober tahun 2003 dimana saat itu juga dijadikan sebagai standarisasi transaksi online. Jika dilihat dari fungsi keseluruhannya, CVV memiliki beberapa kegunaa. Diantaranya adalah:

  • Standarisasi utama dalam transaksi online.
  • Verifikasi pembayaran online untuk transaksi domestik maupun global.
  • Melindungi kartu dari hal yang merugikan.

Jadi, dengan adanya CVV ini maka transaksi kalian akan terjamin aman. Jika ada pihak yang salah memasukan CVV pada transaksi onlinenya, maka kartu kredit / debit akan langsung terblokir jadi tidak bisa digunakan oleh pihak lain.

Cara Mengetahui Lokasi CVV dalam Kartu Kredit / Debit BCA

Agar lebih jelas, berikut kami berikan penjelasan secara lengkap mengenai detail bagian-bagian kartu kredit maupun debit bank BCA:

Bagian Depan Kartu

bagian depan kartu kredit bca - cvv kartu kredit bca

1. Chip Kartu

Sejak ditetapkan standar nasional teknologi chip di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, pihak Bank BCA terus menerus melakukan pembaruan pada kartu kredit maupun debit nasabahnya yang sebelumnya tidak menggunakan chip (hanya menggunakan pita magnetik) agar semuanya menggunakan chip.

Hal ini dilakukan demi keamanan transaksi yang lebih terjamin.

2. Nomor Kartu

Baik kartu kredit maupun kartu debit, semuanya memiliki 16 digit angka yang terletak di sebelah bawah chip. Fungsinya seperti nomor rekening, yakni sebagai nomor identitas dari kartu yang harus dicantumkan saat ingin melakukan transaksi online.

3. Valid Thru

Disebut juga sebagai masa aktif kartu. Disana ada 4 angka yang terdiri atas bulan dan tahun yang tersusun dalam format MM/YY. Contohnya 01/25 yang berarti masa aktif kartu berlaku hingga bulan Januari tahun 2025.

Kode valid thru ini sifatnya rahasia dan jangan diberitahukan ke siapapun.

4. Nama Pemilik Kartu

Memang, tidak semua kartu debit ada namanya seperti pada gambar di atas. Hal ini tergantung dari pihak petugas bank BCA nya sendiri yang mau mencetak atau tidak. Nama ini tercetak secara lengkap (dipotong bila kepanjangan) yang tertelak di bagian kiri bawah.

5. Logo Provider

Provider merupakan pihak pengelola pembayaran yang mengeluarkan kartu tersebut. Bank BCA memang saat ini lebih banyak bekerja sama dengan MasterCard. Namun ada juga yang menggunakan VISA, UnionPay, JCB, maupun Amex.

6. Logo Contactless

Logo contactless (tanpa bersentuhan) menunjukan bahwa kartu ini dapat digunakan utuk melakukan transaksi tanpa menggesek kartu maupun memasukan kartu ke dalam mesin EDC. Hal ini karena sudah terintegrasi langsung dengan sistem NFC.

Bagian Belakang Kartu

Berikut merupakan penampakan bagian belakang kartu dan penjelasannya:

bagian belakang kartu kredit bca - cvv kartu kredit bca

1. Signature

Merupakan tanda tangan yang dibuat sendiri oleh pemilik di bagian belakang kartu. Kartu kredit / debit baru dikatakan sah untuk digunakan dalam transaksi apabila sudah ada tanda tangannya.

2. Pita Magnetik

Berisi data kartu yang cara kerjanya ialah digesek. Agar tidak mudah rusak, pastikan pita magnetik tidak tergores dan jauhkan dari bahan logam yang memiliki magnet.

3. CVV / CVC

Kode keamanan yang berisi 3 digit kode. Sifatnya rahasia yang harus dijaga sebaik mungkin agar tidak ada orang lain yang mengetahuinya.

Itulah berbagai macam cara mengetahui CVV pada kartu kredit / debit BCA. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.