Struk yang dihasilkan oleh mesin ATM, EDC (Electronic Data Capture) maupun dari mobile banking merupakan salah satu bukti yang menunjukan bahwa seseorang telah berhasil melakukan transfer pemindahan dana ke rekening lain.

Tanpa adanya bukti transfer tersebut, maka sulit untuk membuktikan seseorang sudah melakukan transfer atau belum.

Baca juga:
Mudah! Ini Cara Transfer Uang Dari BRI Ke BNI
Yuk Pelajari! Cara Mengetahui CVV BRI dengan Mudah dan Cepat
Wajib Tahu! Batas Pengambilan Uang (Tarik Tunai) di ATM BRI

Namun, banyak scammer atau penipu yang memanfaatkan bukti transfer untuk kepentingan mereka sendiri. Misalnya dengan berpura-pura sebagai pembeli online, lalu mengirimkan bukti palsu ke penjual. Apabila saja sang penjual tidak jeli, tentunya akan tertipu oleh tindakan seperti demikian.

Lalu, bagaimanakah cara untuk membuktikan struk transfer BRI yang asli dan yang palsu? Di bawah ini akan kami berikan beberapa tips untuk membedakan antara bukti transfer BRI palsu maupun yang asli yang dapat kalian pelajari.

Tips Membedakan Bukti Transfer BRI Asli atau Palsu

Hampir semua bukti transfer baik itu bukti transfer ATM, bukti transfer mesin EDC, maupun bukti transfer mBanking dan internet banking, semuanya dapat dipalsukan oleh mereka yang ahli di bidang tersebut. Untuk membedakannya, silakan ikuti beberapa tips berikut:

1. Perhatikan Kualitas Cetak Tulisan

Hasil cetak pada bukti transfer BRI yang asli memiliki kualitas yang bagus dan tercetak dengan tinta tebal. Warnanya pun hitam pekat serta memiliki font yang berbeda-beda di setiap bagiannya.

Sementara untuk struk palsu, kualitasnya buruk, warnanya pudar dan tercetak tipis. Selain itu, susunan hurufnya pun tidak rapi beserta font yang digunakan seluruhnya pun sama. Jika terkena air pasti tintanya langsung memudar.

2. Cek Kualitas Kertasnya

Struk ATM yang asli memiliki kertas berkualitas tinggi. Walaupun memiliki ukuran yang lebih tipis, namun kertasnya tidak mudah sobek dan tidak mudah hancur jika terkena cipratan air atau terkena gerimis.

Berbeda halnya dengan struk transfer palsu, biasanya kertasnya justru tebal karena menggunakan jenis kertas HVS. Namun jika terkena air akan tampak membekas dan mudah hancur.

3. Pastikan Besar Kertas Sesuai Terhadap Teks

Bukti transfer BRI telah tercetak otomatis sesuai dengan teks yang diprintnya. Hal ini karena telah diatur sedemikian rupa dari dalam sistem mesinnya. Jadi, antara sisi-sisi kertas dan pinggiran teks memiliki jarak yang terbatas.

Pada bukti transfer BRI yang palsu, ukuran kertasnya lebih besar dibandingkan dengan teksnya. Hal ini dibuktikan dari banyaknya ruang kosong yang ada pada kertas terutama bagian tepi-tepinya.

4. Perhatikan Kelengkapan Nomor Rekening Pengirim

Nomor rekening pengirim selalu dicantumkan dalam bukti transfer, namun tidak ditulis secara lengkap yakni hanya nomor depan dan nomor belakangnya saja. Bagian tengahnya biasanya diberi tanda bintang atau tanda x. Misalnya: 12345******321.

Bukti transfer palsu umumnya mencatumkan nomor rekening secara lengkap. Hal ini karena pihak pemalsu tidak jeli bahwa sebagian nomor rekening pengirim di sensor oleh sistem ATM maupun mesin EDC.

Selain nomor rekening, nomor kartunya pun di sensor. Apalagi nomor kartu memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi, bila sampai orang lain mengetahuinya, tentu bisa berisiko terhadap keamanannya. Karena itu sistem akan mensensor sebagian nomornya.

Contoh Bukti Transfer BRI Asli atau Palsu

Inilah perbedaan utama antara bukti transfer BRI asli atau palsu. Kalian dapat dengan mudah membedakannya:

1. Bukti Transfer Asli

bukti transfer asli - bri

Ciri-cirinya:

  • Memiliki logo BANK BRI di bagian atas.
  • Jika memakai ATM Link, maka akan muncul logo LINK.
  • Tulisannya tebal dan mudah dibaca.
  • Tersusun dengan baik masing-masing hurufnya.
  • Bagian samping terdapat label BANK BRI yang berwarna biru.
  • Kualitas kertasnya bagus walaupun tipis.

2. Bukti Transfer Palsu

bukti transfer palsu - bri

Ciri-cirinya:

  • Tulisan kurang jelas dan agak blur.
  • Menggunakan font yang sama pada semua jenis tulisannya.
  • Susunan hurufnya hanya dalam baris yang sama dan tidak rapi.
  • Kualitas kertas rendah.
  • Logo kurang jelas bahkan sangat buruk.
  • Tidak terdapat label Bank BRI di samping kiri.

Tips Agar Tidak Tertipu Bukti Transer BRI Palsu

Nah, agar kalian tidak sampai tertipu dengan bukti transfer palsu seperti demikian, maka ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Pahami dengan detail antara perbedaan bukti transfer BRI asli dan yang palsu lalu periksa dengan cermat setiap struk transfer yang kalian terima.
  2. Jangan hanya percaya pada bukti transfer, namun pastikan untuk selalu cek mutasi rekening setiap kali ada yang mengirimkan bukti transfer.
  3. Jika menggunakan layanan notifikasi, cek di SMS maupun di email apakah ada transaksi masuk atau tidak.
  4. Hindari melakukan transfer atau pengiriman barang apapun sebelum ada transferan yang masuk ke rekening kita.
  5. Cek terlebih dahulu nomor HP orang tersebut di Google, jika terindikasi sebagai orang yang kerap kali melakukan penipuan, maka segera blokir.
  6. Pastikan juga bahwa rekening tersebut bukan rekening bermasalah. Caranya ialah dengan melacaknya di situs pengecekan rekening seperti di cekrekening.id

Nah, dengan berbagai macam contoh bukti transfer BRI asli atau palsu di atas, apakah kalian sudah dapat membedakan dengan jelas antara struk asli dan struk palsu?

Comments are closed.