Dispacther merupakan seorang yang berprofesi menjalankan dispatching. Profesi ini tergolong ke dalam staf operasional karena berhubungan langsung dengan manajemen operasional suatu perusahaan.

Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Dispacther dan tugas-tugasnya, silakan simak terus ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Dispacther

Dispacther adalah seseorang yang bertugas untuk menggerakan aktivitas produksi atau operasional suatu perusahaan sesuai dengan urutan dan waktu yang telah direncanakan yang mana sebelumnya telah diwujudkan dalam jadwal pemuatan dan route sheets. Dalam suatu perusahaan, dispacther juga sering disebut sebagai staff operasional.

Nah, dispacther sendiri berasal dari bahasa Inggris “Dispatch” yang artinya mengatur. Jadi Dispacther adalah orang mengatur operasional suatu perusahaan yang meliputi 2 tahap utama yakni scheduling dan routing.

Tugas utama Dispacther ialah mengelola manajemen produksi dan operasional guna menjalankan fungsi perencanaan. Jadi, Dispacther akan memastikan bahwa setiap rencana produksi dan operasional yang dilaksanakan sudah sesuai jalur atau tidak.

Baca juga:
Gaji Karyawan Dealer Motor Honda beserta Tunjangannya 2022

Tugas dan tanggung jawab dispacther dalam masing-masing perusahaan tentu berbeda. Misalnya, dispacther PLN adalah mereka yang bertugas untuk mengatur tegangan dan aliran daya listrik serta mengelola manajemen energi pembangkit listrik yang berada di setiap wilayah.

Ada juga dispacther KAI yang akan mengatur lalu lintas kereta api disetiap pos-pos stasiun agar lalu lintas kereta api dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

Selain itu, ada juga dispacther pengiriman, dispacther gudang, dispacther tambang dan masih banyak lagi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Seorang dispacther juga harus mengetahui kapasitas produksi suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini karena ia menjadi penghubung langsung antara manajemen produksi dan penjualan.

Sehingga harus bisa mengkoordinasikan produksi, mengawasi penjualan, mengatur pesanan dan segala hal yang menyangkut keduanya.

Persyaratan Menjadi Dispacther

Berikut beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang dispacther baik itu persyaratan umum maupun administrasi:

A. Persyaratan  Umum

  • Pria atau wanita minimal 20 tahun
  • Lulusan minimal D3 logistik / perkantoran
  • Diutamakan lulusan S1 Administrasi / manajemen / komunikasi
  • Punya pengalaman dibidang yang sama minimal 1 tahun
  • Siap ditempatkan di kota tertentu
  • Mampu bekerja shift dan lembur
  • Siap untuk tinggal di mess perusahaan
  • Mampu mengoperasikan Ms Office
  • Dapat bekerja dalam tuntutan dan tekanan

B. Persyaratan Administrasi

  • Fotokopi e-KTP
  • Fotokopi Ijazah Terakhir
  • SKCK
  • Sertifikat Pengalaman Kerja

Setelah melengkapi semua persyaratan di atas, Anda bisa mencoba mendaftarkan diri untuk posisi dispacther di perusahaan tujuan masing-masing.

Tugas dan Tanggung Jawab Dispacther

Seperti yang dikatakan pada paragraf di atas, tugas dan tanggung jawab dispacther menyesuaikan bidang pekerjaannya masing-masing. Namun secara umum, tugas utamanya meliputi beberapa hal berikut:

1. Menjamin Ketersediaan Alat dan Bahan Produksi dan Inpeksi

Dispacther wajib memeriksa ketersediaan alat dan bahan yang berkaitan dengan produksi dan operasional perusahaan. Apabila ternyata ada yang kurang lengkap atau habis stoknya, maka ia harus segera melaporkan ke bagian departemen yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu, dispacther juga harus memastikan perpindahan alat dan bahan dari proses satu ke proses berikutnya lagi. Ia perlu memastikan apakah perpindahannya berjalan dengan baik atau tidak, karena proses pendataannya dilakukan oleh pihak lain.

2. Penerbitan Surat Perintah Kerja

Perintah kerja yang telah disahkan sesuai dengan waktu dan tempat yang direncanakan sebelumnya wajib diterbitkan oleh seorang dispacther.

Ia juga harus memasukan data perintah kerja tersebut ke lembar rute dan diagram muatan yang berhubungan langsung dengan bagian operasional yang meliputi tenaga kerja, tempat kerja, bahan produksi dan mesin operasional.

3. Memeriksa Stok Barang Sebelum Dikirimkan

Pemeriksaan stok barang tentu sangat penting agar begitu tiba saatnya untuk dikirimkan, tidak sampai terjadi kesalahan memasukkan data atau hal lain seperti yang tidak direncanakan. Tugas semacam ini menjadi tanggung jawab dari seorang dispacther terutama dispacther gudang.

Selain memeriksa ketersediaan barang, ia juga wajib memeriksa kondisi barang tersebut apakah dalam kondisi yang baik atau tidak serta memastikan apakah sudah sesuai dengan request yang tertera dalam invoice (surat order) ataukah belum.

4. Penerbitan Time Tickets dan Kartu Instruksi Pekerja

Seorang dispacther harus bisa membuat time ticket sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Time ticket atau biasa disebut production time ticket merupakan dokumen yang digunakan oleh karyawan untuk mencatat jam kerja mereka mulai dari awal kerja hingga selesai kerja.

Nantinya time ticket ini akan diteruskan ke departemen akun / finansial untuk keperluan penggajian.

Setelah menerbitkan time ticket, dispacther juga harus membuat kartu instruksi pekerja yang mencangkup segala hal yang harus dilakukan oleh pekerja selama melakukan kegiatan. Penerbitan kartu ini bisa dibuat secara harian, mingguan, ataupun bulanan.

5. Membantu Merancang Spesifikasi Bahan yang Diperlukan

Bagi perusahaan yang berhubungan langsung dengan proses produksi, maka disini tugas dispacther adalah untuk membantu merancang spesifikasi daftar bahan yang diperlukan serta membuat gambaran akan jenis-jenis bahan tambahan lain yang akan dimanfaatkan.

Tugas ini tak dilakukan oleh dispacther semata, namun juga harus berurusan dengan departemen produksi. Karena itulah komunikasi antara dispacther dengan departemen produksi harus selalu berjalan lancar setiap saatnya.

6. Mengontrol Setiap Operasi dan Pekerjaan

Dispacther juga bertugas untuk mengontrol setiap operasi dan pekerjaan dengan cara memastikan bahwa setiap pekerjaan yang telah dilakukan oleh departemen tertentu telah diteruskan ke departemen lain dengan baik dan benar.

Selain itu, ia juga wajib mengumpulkan time ticket, kartu instruksi, hingga cetak biru lalu mengembalikannya ke bagiannya masing-masing karena datanya akan diolah untuk berbagai macam keperluan, salah satunya untuk sistem salary.

Prosedur yang Harus Dilakukan Dispatcher

Seorang dispacther harus melakukan beberapa prosedur operasi sesuai ketentuan dispatching. Mungkin setiap perusahaan punya prosedur yang berbeda, namun berikut beberapa contohnya yang perlu Anda ketahui:

1. Store Issue Order

Sebuah prosedur yang dilakukan untuk mengotorisasi departemen untuk keperluan pengiriman bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi.

2. Tools Order

Salah satu prosedur otoritasi yang dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi kebutuhan  alat alat yang dibutuhkan yang sebelumnya diambil oleh bagian karyawan ruangan alat.

3. Instruksi  Kerja

Memberikan instruksi kepada para pekerja di setiap departemen untuk melanjutkan pekerjaan dan operasi yang telah mereka lakukan.

4. Time Ticket

Sebuah prosedur yang berguna untuk mencatat waktu awal dan akhir pekerjaan yang nantinya akan digunakan dalam proses penggajian atau pembayaran kerja.

5. Inspection Order

Merupakan jenis prosedur inspeksi dengan cara melaporkan kualitas komponen kepada inspektur.

6. Move Order

Sebuah prosedur yang dilakukan untuk mengotorisasi pergerakan bahan dan komponan dari sebuah departemen / fasilitas ke fasilitas lainnya.

Gaji Seorang Dispatcher

Menurut situs website indeed, kisaran gaji dispacther di Indonesia adalah Rp 4.743.435 dengan rentang kisaran antara Rp 2.000.000 hingga Rp 5.500.000.

Tentunya masalah gaji semacam ini  tidak bisa diperkirakan dengan detail pada setiap perusahaan karena mereka punya perhitungan yang berbeda-beda. Terlebih ada banyak faktor yang mempengaruhi besar kecilnya gaji seorang dispacther. Diantaranya ialah:

  • UMR kota setempat
  • Lama waktu  bekerja
  • Besar kecilnya perusahaan
  • Tunjangan
  • Biaya potongan
  • Dan lainnya

Jadi, bila Anda bekerja di perusahaan A belum tentu sama saja gajinya dengan saat bekerja di perusahaan B. Terlebih, dispatcher sangat bergantung pada kota dimana seorang dispatcher bekerja mengingat kebanyakan perusahaan menggunakan acuan gaji sesuai UMR.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami berikan tentang dispatcher mulai dari pengertian, tugas dan persyaratan yang dibutuhkannya. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.